Jakarta Akan Kembali Rusuh Jika Ahok Dibebaskan

Jakarta Akan Kembali Rusuh Jika Ahok Dibebaskan – Muncul kekawatiran bahwa jika nanti Ahok diputuskan tidak bersalah di pengadilan dan kemudian bebas, maka Jakarta Akan Kembali Rusuh Jika Ahok Dibebaskan, menjadi ruang demo berkepanjangan, yang pasti akan berakhir rusuh. Jadi apakah benar Jakarta Akan Kembali Rusuh Jika Ahok Dibebaskan ?

Admin yakinkan Anda, jika Ahok bebas, Jakarta dapat dipastikan baik-baik saja. Tidak perlu takut. Kenapa?

Pertama, Habib sudah mengonfirmasi ini dalam pidato evaluasinya atas aksi 212. Dia menjelaskan bahwa jika Ahok bebas, tidak ada lagi aksi-aksi lain kecuali tidur di gedung DPR. Ingat, tidur di DPR, bukan menduduki DPR. Tapi ini pasti tidak akan mungkin terjadi. Soalnya, meskipun gedung DPR-MPR tempat para legislatif melaksanakan tugasnya, keamanan tetap urusan kepolisian. Soal keamanan ini juga sudah dikonfirmasi kepolisian dan TNI sejak aksi 411 sebelumnya.

Bagaimana soal revolusi? Ini pun hanya semacam takebeer yang tidak pada tempatnya saja. Sekadar menyemangati para sesapian yang sudah mulai lelah. Seperti memberi makan sapi di sore hari biar tidak blingsatan dan yang empunya bisa tidur lelap. Lagian apa hubungan revolusi dengan tidur? Tidak ada sama sekali.

Mau bilang itu kode makar, yang tidak mau diungkapkan secara terang-terangan, karena kumisnya sudah ketar-ketir mengetahui sesapiannya diciduk polisi? Praktis pidato evaluasi Habib atas aksi 212 hanya berisi satu pesan, ‘berhentilah merokok’ karena tidak sehat buat tubuh dan kantong, juga anak-istri di rumah. Itu aja….

Kedua, bandar hitung-hitungan. Selain bandar harus mendanai aksi-aksi sebelumnya, juga harus mendanai penyerangan seword.com. Maka dapat dipastikan bandar tumpur sementara tujuan tidak tercapai, malahan menguntungkan Pak De dan memojokkan mantan.

Terlalu mahal harga yang harus dibayar bila dilanjutkan aksi-aksi berikutnya. Berkuasa selama 10 tahun pun mungkin tidak cukup untuk mengembalikannya. Apalagi kepolisian sudah memiliki titik terang tentang siapa penyandang dana aksi. Maka dapat dipastikan tidak ada lagi aksi-aksi berikutnya. Mereka pasti sudah lelah…

Bagaimana jika ternyata bandar masih punya banyak cadangan pundi-pundi, yang sudah terkumpul beberapa tahun terakhir? Kita anggap dia punya pundi-pundi segunung Bromo. Apa dia tidak mikir-mikir untuk melanjutkan menyokong aksi-aksi setelah mereka mengancam memboikot Sari Roti?

Jika benar ada bandar yang mendanai, bukan karena berkat Allah yang menggerakkan para penjual Sari Roti, maka penegak hukum sudah siap-siap mengangkut itu…. Wong dibilang ada aktor politik saja sudah blingsatan sampai baper tingkat dewa.

Ketiga, sudah sesuai dengan hukum. Jika masih ada aksi-aksi berikutnya dengan menuduh pemerintah tidak adil-anti Islam-antek aseng-dlsb, atau Jokowi melindungi penista agama, atau penegak hukum tidak profesional, maka mereka akan menjadi orang paling dibenci di negeri ini.

Bukan hanya masyarakat, melainkan pemerintah dan seluruh jajarannya, mulai dari kepolisian, TNI, Kejaksaan, dan lain-lain, termasuk ormas Islam yang sangat peduli dengan negeri ini, akan menghapuskan mereka dari bumi Indonesia kita tercinta ini.

Logikanya sederhana. Mereka menuntut Ahok diproses hukum, sudah dilakukan. Mereka menuntut agar proses itu dilakukan dengan segera, sudah dilakukan. Mereka menuntut tidak ada intervensi, sudah dilakukan juga. Trus mau minta apa lagi…..? Intinya mereka sudah minta hati, dikasih hati, eh mau minta jantung lagi. Admin mau tanya. Terhadap orang seperti itu, kamu masih sabar tidak? Silakan dijawab sendiri….

Selain itu, jika mereka masih ngotot mau melanjutkan aksi-aksi berikutnya, Jakarta tidak perlu takut, kepolisian sudah mempersiapkan skenarionya. Masih ingatkah aksi 212, polisi langsung mengunci langkah kuda poni dalam dugaan rencana makar? Itu adalah warning untuk aksi-aksi berikutnya. Ada yang macam-macam, aku jadikan ikan sarden kau nanti, dikalengkan (kata polisi). Hahaha…..

Keempat, sentimen agama itu sementara. Sentimen agama tidak bertahan lama dalam diri seorang manusia Indonesia, apalagi sudah terbukti secara hukum tidak bersalah, terutama mereka yang masih waras. Orang waras itu perlu bukti. Maka kalau sudah diberi bukti, mereka berani berpihak kepada yang waras sekalipun harus disingkirkan dan dicibir.

Kira-kira seperti penulis-penulis di internet itu waras dan sekalipun disingkirkan orang terdekat, dibenci saudara sedarah dan seagama, jika itu demi kebenaran, ya harus diterima keadaan itu. Iman orang Indonesia itu sudah teruji. Jadi bukan iman buta. Yah kalau memang masih ada yang beriman buta, itu bagai gabah tak semuanya jadi beras, ada sekamnya. Hahahaha……

Admin yakin mayoritas warga Jakarta itu waras. Kalau tidak waras, yah memang bahaya bangsa kita ini. Bahaya bila penduduk ibu kota suatu negara sekelas Jakarta, yang adalah pusat negara, dihuni oleh orang-orang tidak waras (tidak bisa membedakan baik-jahat, benar-salah).

Kelima, unexpected effect. Bom Samarinda, pembubaran KKR di Sabuga, dan gempa Aceh adalah akibat yang tak terduga oleh oknum penjegal. Bom Samarinda oleh teroris dan pembubaran KKR di Sabuga Bandung oleh ormas PAS dianggap sebagai akibat tak langsung dari aksi bela Islam I, II, III. Aksi bela Islam seolah membuka ruang bagi teroris untuk menciptakan konflik berkepanjangan.

Aksi bela Islam juga seolah mengafirmasi bahwa ormas mayoritas berhak melakukan apa yang mereka inginkan sekalipun itu inkonstitusional. Sementara gempa di Aceh membuktikan bahwa negara sedang kondusif bahwa bencana yang melanda negeri ini, bahkan di tengah pergolakan politik yang sedang melanda, ditangani dengan tanggap, cepat dan serius. Peristiwa tak terduga ini akan memaksa setiap elemen bangsa ini untuk berpikir ulang akan apa yang sedang terjadi.

Admin yakin, pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa ini sekarang harus mengatur ulang strateginya. Mereka harus menerima pil pahit ini, sembari memeras otak dan menghitung-hitung kerugian. Kalau bisa sambil seruput kopi biar gak stres. Jika mereka melanjutkan aksi, maka akan banyak alasan bagi kepolisian untuk melakukan tindakan. Sekarang Anda tahu, yang ketakutan itu mestinya bukan warga Jakarta, bukan pula pemerintah, apalagi masyarakat Indonesia, jika Ahok bebas, melainkan para pengacau itu.

Terakhir, masih banyak alasan rasional lain bahwa kita tidak perlu takut, yang kalau kita bahas semua di sini dan sebanyak apapun tidak akan cukup wordpress ini menampung setiap kata yang admin ketikkan. Selama pemerintah ini melakukan tugasnya dengan baik, selama itu pula bangsa ini akan bertahan.

Selama banyak orang waras di negeri ini, yang pikirannya tidak picik, yang kesukaannya tidak memelintir fakta, dan tidak mudah terpancing isu SARA, selama itu pula bangsa ini akan berdiri kokoh. Bahkan bukan hanya bertahan dan kokoh saja, malahan akan semakin maju.

Pesan admin pada para pengacau itu, JANGAN LUPA BAHAGIA. Baca postingan admin disini yah biar lebih waras dan bisa mengantisipasi kerugian materiil, sambil minum equil biar cepat sembuh. Hahahaha …… kacian dech lu.

Sampaikan komentar sobat pada kolom komentar. Komentarnya yang sehat-sehat aja yahh.

Sekian dulu perjumpaan kita dalam ulasan Jakarta Akan Kembali Rusuh Jika Ahok Dibebaskan ini. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan sobat semua. Sampai jumpa lagi di lain artikel.

Baca juga: [Meskipun Bukan Muslim Tapi Ahok Memiliki Hati Yang Islami]

Sumber: Judi Online QQ2889 | Situs Judi Online QQ2889 | Poker Online QQ2889 | Judi Bola QQ2889