Keadaan Jakarta Jika Ahok Divonis Bersalah

Keadaan Jakarta Jika Ahok Divonis Bersalah – Pertanyaan pada judul artikel ini tidak dimaksudkan mendahului proses hokum yang sedang berjalan, tetapi merupakan suatu konsekuensi logis bila keputusan sudah diketok palu.

Sekali lagi, jika Ahok divonis bersalah apakah yang akan terjadi dengan Jakarta dan Indonesia beserta sekalian makhluk di dalamnya? Jadi muncullah sedikit ide dan gagasan dari kepala admin sehingga judul dari artikel ini menjadi sebuah gambaran Keadaan Jakarta Jika Ahok Divonis Bersalah.

Pada artikel “Jakarta Akan Kembali Rusuh Jika Ahok Dibebaskan”, bisa dibaca di sini, admin membahas kira-kira apa yang akan terjadi di Jakarta bila Ahok bebas. Kesimpulan admin, yang bisa saja dibantah siapa pun yang penting dengan cara waras, Jakarta tidak akan Rusuh, Jakarta akan baik-baik sayang…

Sekarang bagaimana jika Ahok divonis bersalah? Berikut adalah prediksi Keadaan Jakarta Jika Ahok Divonis Bersalah sesuai dengan pemikirin admin.

1. Intervensi Massa Akan Merajalela

Karena merasa tersinggung oleh perkataan Ahok pada pidatonya di Pulau Seribu, dan video berdurasi singkat, yang diunggah BY beserta keterangan singkat bernada ambigu, sekumpulan orang (entah itu seribu, sejuta, terserah), berteriak-teriak kepada pemerintah agar Ahok diproses hukum dan dipenjarakan. Pemerintah terkesan terdesak dan tertekan oleh massa ini.

Kemudian terjadilah poin kedua yang akan kita bahas berikutnya. Di sinilah letak bahaya awali, bahwa tekanan massa bisa mengintervensi perlakuan hukum terhadap seseorang. Dan bila suatu saat misalnya, Sri Bintang Pamungkas, dianggap makar dan dipenjara, bila mampu mengumpulkan massa dan mendemo pemerintah, mungkin saja ia akan bebas begitu saja.

Dengan vonis bersalah Ahok sebagai penista agama, akan menunjukkan bahwa di kemudian hari siapa pun bisa diproses hukum sekalipun dia belum tentu bersalah, bahkan ketika dia belum waktunya diproses hukum, hanya dengan membawa massa saja untuk teriak-teriak kepada pemerintah dengan cacian dan makian. Enak yah hidup bernegara seperti itu…

2. Hukum Pasti Akan Melemah

Proses gelar perkara kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok yang pelaksanaannya dipercepat dan terbuka terbatas, yang sebelumnya tidak ada kasus yang diperlakukan seperti itu, menunjukkan bahwa pemerintah tunduk pada desakan dan tekanan dari berbagai pihak. Gelar perkara itu juga menafikan proses yang seharusnya diambil oleh kepolisian. Jadi jelas bahwa penegak hukum tunduk pada desakan dan tekanan massa. Demi ‘meninabobokan’ massa, penegak hukum harus menafikan/mengabaikan STR 2015.

Bahkan kasus dugaan penistaan agama ini menjadi sangat istimewa dan khusus. Entah argumen apa pun yang dikemukakan pemerintah, entah urgenitas, entah demi mengakomodasi kemajuan demokrasi Indonesia, peristiwa ini sudah digunakan oleh kuasa hukum makar sebagai pembanding. Bahwa perlakuan bangsa terhadap kasus Ahok ini kemungkinan akan menjadi bumerang pada penegak hukum, sudah pernah diutarakan oleh Kapolri, Tito Karnavian.

3. Konfirmasi Radikalisme

Akibat tak langsung dari tindakan demonstrasi saudara-saudara Muslim di Jakarta, melalui Aksi Bela Islam I dan II, yang dipelopori GNPF-MUI dan didukung para politisi islami seperti Fadli Zon, Fahri Hamzah, Ahmad Dani, Amien Rais, dkk. adalah pembubaran KKR Bandung dan keberatan terhadap baliho Pendaftaran Mahasiswa Baru UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana) yang memuat foto perempuan berjilbab.

Jika Anda menganggap tidak ada hubungannya sama sekali, itu terserah Anda. Sebab sangat sulit menafikan alasan GNPF-MUI yang seolah mengonfirmasi ormas islami di berbagai tempat untuk melakukan hal yang sama, merasa tersinggung dan resah. Tetapi jika Anda mau jujur pada akal waras, maka Anda akan menemukan korelasinya.

Korelasinya sederhana, rasa berhak menyuarakan suara umat Islam. Bila di Jakarta GNPF-MUI merasa mewakili umat Islam Indonesia, di Bandung dan Yogyakarta PAS dan FUI merasa mewakili umat Islam setempat. Ingat karena rasa, bukan akal waras.

Fenomena ini seperti orang yang langsung menjadikan jaket Jokowi sebagai jacket of the year, digandrungi dan dicari, bukan semata karena style-nya, melainkan karena Jokowi pemakainya. Juga seperti remaja yang menggandrungi drama K dan ingin melakukan, mengatakan, dan mengalami hal yang sama.

Pertanyaannya adalah ‘Di daerah mana lagi ormas yang mengatasnamakan Islam akan berulah? Apakah dengan vonis bersalah kepada Ahok tidak akan semakin memperkuat konfirmasi GNPF-MUI ini? Apakah itu bukan berarti ada ancaman serius pada kebinekaan kita?’ Jangan terlalu naif dan sok jadi malaikat….

4. Demokrasi Kita Pasti Akan Terancam

Demokrasi memberi hak yang sama kepada setiap warga negara dipilih sebagai kepala pemerintahan. Jika vonis bersalah diputuskan pada Ahok, maka akan menegaskan bahwa orang Islam tidak diperkenankan memilih pemimpin dari kalangan non-Islam, sekalipun berkualitas dan pantas. Serta merta itu mencabut hak non-Islam untuk dipilih. Sakit hati abang dek….

Admin tidak mau menafsikan surat Al Almaida 51, admin tidak berhak untuk itu. Tetapi apa pun tafsiran surat Al Maida 51, jika Ahok tetap divonis bersalah, tidak penting lagi. Umat Islam dapat dipastikan tidak akan mau memilih pemimpin non-Islam di mana terdapat mayoritas Islam dan juga kebalikannya. Kenapa tidak mau? Karena pahalanya surga dan hukumannya neraka. Siapa yang mampu melawan titah langit? Siapa yang mau dicaci maki oleh para pemimpin agama mereka?

5. Konflik Horizonta

Apakah admin mengada-ada? Tidak sama sekali. Jika di Jakarta, yang mayoritas warganya adalah Islam, tidak mungkin dipimpin non-Islam, maka di tempat lain selain Jakarta yang minoritas non-Islam, tidak mungkin juga pemimpin yang Islam. Jika di Jakarta, sebagai ibu kota Negara Republik Indonesia, minoritas dibungkam dengan dalih titah langit, maka di tempat lain juga akan seperti itu. Dan jika ini sungguh terjadi, apakah Anda masih bermimpi Indonesia raya, yang kaya SDA, beragam budaya dan etnisnya namun satu juga? Alih-alih bermimpi, tidur pun mungkin tidak tenang lagi.

6. Berapa lagi bom akan meledak di Indonesia?

Lagi-lagi korelasi. Apa hubungannya mas, mbak, bapak, ibu ? Pasang mata, telinga, apa lagi otak. Terorisme mencari momentum tertentu untuk melaksanakan aksinya. Ingat bom Samarinda? Itu muncul tidak lama setelah aksi bela Islam. Apa hubungannya? Keadaan Jakarta Jika Ahok Divonis Bersalah, yang serasa mencekam setidaknya untuk pejalan kaki, adalah momentum empuk bagi teroris.

Kemudian sebelum aksi bela Islam berikutnya, ditemukan juga bom berdaya ledak tinggi yang siap untuk diledakkan. Hari ini, diduga bom berdaya ledak tinggi juga ditemukan di Bintara Bekasi yang siap untuk diledakkan. Jangan tanya lagi hubungannya. Otak lu tarok di mana gan? Jelas bahwa situasi perpolitikan Indonesia menjadi alasan utama. Situasi pemerintahan kondusif aja ada teror bom, apalagi situasi gonjang-ganjing.

Para netizen yang waras, admin tidak sedang bermimpi. Kemungkinan-kemungkinan di atas adalah konsekuensi logis yang harus kita terima. Jika mau masih mendaftar konsekuensi-konsekuensi logis yang mungkin terjadi, kita akan menemukan lebih banyak lagi. Kita tidak perlu menutup mata. Admin yakin Anda juga menyadarinya. Sekali lagi jangan takut menerima kenyataan, itu pengecut.

Akal waras admin mengatakan bahwa ini adalah bagian dari grand design si blah blah, yang mau menghantar bangsa ini ke kehancuran untuk di redesain sesuai keinginan si blah blah. Admin menggunakan kata blah blah karena tidak ingin menuduh siapa pun. Nanti ada yang baper dan konpres keprihatinan atau bahkan takeebeer kebencian.

Mohon maaf, bila menurut Anda mengada-ngada. Tapi fakta bahwa kepolisian sudah menangkap beberapa orang yang diduga makar, adalah nyata. Kalau tidak segera ditangkap, akan jadi apa 212? Admin sama sekali tidak mau membayangkannya.

Maka mari bersama-sama menciptakan situasi Indonesia yang kondusif. Mari kita melihat kasus ini dengan akal, bukan sentimen semata. Minimal, musuh kita adalah teroris. Jangan sampai ada musuh dalam selimut, itu makar.

Sekarang apakah cukup jelas bahwa vonis Ahok bersalah jauh lebih berbahaya daripada vonis bebas? Bagaimana dengan pendapat anda sendiri para netizen? Sampaikan pendapat anda pada kolom komentar. 🙂

Sekian dulu pembahasan kita mengenai Keadaan Jakarta Jika Ahok Divonis Bersalah. Semoga bisa bermanfaat untuk sobat. Sampai jumpa lagi para netizen. Salam hangat untuk Indonesia-ku!

Baca juga: [Meskipun Bukan Muslim Tapi Ahok Memiliki Hati Yang Islami]

Sumber: Judi Online QQ2889 | Situs Judi Online QQ2889 | Poker Online QQ2889 | Judi Bola QQ2889