Analasis Resiko Sidang Kasus Ahok Jika Disiarkan Live Atau Tidak

Analasis Resiko Sidang Kasus Ahok Jika Disiarkan Live Atau Tidak – Ada Pro kontra mengenai apakah sidang perdana Ahok perlu disiarkan secara live atau lebih baik tidak usah saja. Dari karena pro dan kontra itu maka admin buat Analasis Resiko Sidang Kasus Ahok Jika Disiarkan Live Atau Tidak.

Beberapa waktu lalu dewan pers mengajak wartawan untuk tidak meliput sidang kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan ahok sebagai tersangka. Sepertinya mereka khawatir akan terjadi perpecahan dalam masyarakat saat menyikapi jalannya sidang ini. Admin sendiri tidak akan melawan opini mereka karena mungkin mereka punya alasan tersendiri. Tapi admin juga punya alasan tersendiri mengenai ini.

Dulu admin kuliah jurusan pemrograman komputer meskipun sekarang sudah tidak bisa lagi karena jurusan dan profesi yang sekarang admin ambil sama sekali tak ada hubungannya, hahaha. Tapi setidaknya ada satu prinsip dalam pemrograman komputer yang masih admin ingat yaitu logika. Logika berpikir sangat krusial dalam memprogram software komputer.

Dalam pemrograman tersebut seringkali dijumpai ekspresi if-then atau jika-maka. Jika opsi ini diambil maka hasilnya begini, jika opsi lainnya diambil maka hasilnya akan begitu dan begitu seterusnya. Intinya, setiap pilihan akan ada akibat dan risikonya. Dengan menggunakan prinsip ini admin akan mencoba meng-Analasis Resiko Sidang Kasus Ahok Jika Disiarkan Live Atau Tidak.

Ada dua opsi yaitu, sidang dijadikan Live atau tidak. Sedangkan hasil dari sidang itu, tidak peduli sepanjang apa pun prosesnya, meskipun lebih panjang dari sinetron Indonesia sepuluh season, hasilnya tetap dua yaitu Ahok divonis bebas atau divonis bersalah. Itu sudah pasti. Jadi opsi total ada empat yaitu:

1. Sidang Live – Ahok bersalah
2. Sidang Live – Ahok bebas
3. Sidang tertutup – Ahok bersalah
4. Sidang tertutup – Ahok bebas

Sekarang kita analisis lebih jauh.

Apabila Ahok nantinya diputuskan bersalah, tidak peduli apakah sidang disiarkan live atau tidak, bobot risikonya hampir sama. Admin yakin dan berani bertaruh kalau semua netizen sudah tahu kalau Ahok bersalah, maka mereka yang kontra atau bahkan benci Ahok akan puas. Bahkan beberapa mungkin akan pesta pora sambil dangdutan. Inilah tujuan mereka, yaitu Ahok bersalah dan tidak bisa menjadi Gubernur. Tidak peduli mau sidangnya Live atau tidak, asalkan Ahok divonis bersalah, semuanya oke. Mission accomplished.

Hasil sidang ini membuat situasi biasa-biasa saja karena mereka yang mendukung Ahok hampir tidak akan berbuat rusuh. Paling hanya protes, mengeluh atau kecewa, tidak akan berkoar-koar di jalan sambil demo. Memang ada risiko lainnya, tapi itu di artikel lain, karena pembahasan cukup panjang. Nanti akan admin jabarkan. Untuk cakupan artikel ini, disimpulkan bahwa tidak masalah apakah sidang disiarkan Live atau tidak, sepanjang hasilnya Ahok bersalah.

Yang menjadi masalah adalah ketika Ahok nanti diputuskan tidak bersalah atau bebas. Ini yang harus diwaspadai. Takutnya mereka yang kontra terhadap Ahok akan menjadi marah bahkan beringas. Pembaca pasti ingat dengan ancaman-ancaman yang beredar jika Ahok nantinya bebas. Belum apa-apa saja sudah main ancam dan menekan. Bobot risikonya juga berbeda di skenario ini.

Jika sidang disiarkan Live dan pada akhirnya Ahok bebas, memang dikhawatirkan akan terjadi gejolak, yang dibuat oleh mereka yang itu-itu juga. Mereka akan berteriak kalau hukum tidak adil, keadilan telah padam, loceng keadilan tidak berbunyi lagi. Mereka akan kecewa dengan menuduh pemerintah membantu Ahok. Hukum tidak mempan buat Ahok. Ahok kebal hukum (Memangnya Ahok Superman?). Tapi jauh lebih berisiko jika sidang dilakukan tertutup dan tahu-tahu Ahok dinyatakan bebas. Ini mah lebih parah. Mereka bakal lebih garang lagi. Mereka mungkin akan menuduh bahwa sidang tidak transparan, pasti ada konspirasi di balik ini semua. Alasan ini bisa menjadi bumerang yang menyebabkan gejolak lebih besar. Provokator akan dengan mudah melempar isu ini. Banyak orang bisa saja terpengaruh dan terdoktrin karena memang tidak disiarkan. Bisa saja mereka berpikir terjadi kongkalikong karena tidak disiarkan. Mereka akan berdalih sidang sengaja tidak disiarkan supaya masyarakat tidak tahu kesalahan dan kebobrokan Ahok. Serba salah, bukan? Ada banyak sekali celah untuk menyerang Ahok hingga babak belur dan berdarah-darah jika sidang tidak disiarkan Live dan hasilnya Ahok bebas.

Admin juga pernah belajar tentang decision making and problem solving atau teknik pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah. Salah satu metode yang paling umum adalah analisis risiko. Setiap pilihan pasti ada baik buruknya. Selalu ada risiko di balik setiap keputusan. Dengan melihat risiko yang bisa saja terjadi saat dimulainya sidang Ahok hingga selesai, maka menurut pendapat admin, memang lebih baik sidang Ahok disiarkan secara Live.

Ini bertujuan agar masyarakat bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi, karena menurut survey ada lebih dari 60% orang yang tidak tahu apa yang sebenarnya diucapkan Ahok, bahkan banyak di antara mereka yang hanya menonton video hasil editan, tidak pernah menonton video utuhnya dan tahu-tahu ikut memvonis bahwa Ahok menista agama. Video inilah yang menjadi perdebatan. Justru ketika sidang disiarkan Live, semua orang yang menonton di seluruh Indonesia bisa paham kebenaran dan melihat dengan mata kepala sendiri. Mereka yang telanjur terdoktrin inilah yang harus disadarkan dengan logika waras.

Sidang disiarkan Live dan Ahok bebas, maka ada alasan untuk menyudutkan Ahok. Kalau tidak disiarkan Live dan Ahok bebas, alasannya jadi jauh lebih banyak untuk menyudutkan Ahok, alasannya mungkin jadi kuadrat. Lebih baik siarkan Live saja sekalian, setidaknya masyarakat bisa teredukasi dengan kebenaran, bukan dengan provokasi yang berdasarkan logika tidak waras.

Sidang Ahok tidak sama seperti sidang Jessica, karena banyak pemain yang terlibat di dalamnya. Banyak yang sangat berkepentingan di balik sidang Ahok ini, apalagi mereka yang begitu kontra dengan Ahok. Jika disiarkan Live, kebenaran akan tersebar dan dilihat banyak orang dan diharapkan mereka yang ikut-ikutan setuju Ahok menista agama karena tidak tahu akar masalahnya, bisa sadar dengan pemikirannya saat mengikuti jalannya sidang. Mungkin masyarakat nantinya—bisa jadi—sadar siapa yang sebenarnya biang kerok masalah ini.

Bagaimana menurut Anda? Silakan beri komentar yang sehat di kolom komentar yang telah disediakan admin.

(Perbedaan pendapat adalah hal biasa. Jika tidak setuju, beri komentar sehat. Kalau ada salah info, mohon bantu ralat. Tunjukkan pada pembaca lain bahwa di EnterGoal ini, perbedaan pendapat ditindaklanjuti dengan debat yang positif, membangun dan edukatif, bukan saling hujat dan caci).

Seperti itulah saja kira-kira rangkaian kata-kata yang bisa admin tumpahkan dalam ulasan Analasis Resiko Sidang Kasus Ahok Jika Disiarkan Live Atau Tidak. Semoga bisa menambah wawasan ataupun manfaat bagi sobat semua. Salam hangat untuk Indonesia-ku !!!

Baca juga: [Dewan Pers Minta Media Jangan Siarkan Live Sidang Kasus Ahok]

Sumber: Judi Online QQ2889 | Situs Judi Online QQ2889 | Poker Online QQ2889 | Judi Bola QQ2889