Dewan Pers Katakan Tak Perlu Siarkan Langsung Sidang Kasus Ahok

Dewan Pers Katakan Tak Perlu Siarkan Langsung Sidang Kasus Ahok – Tentang dewan pers ini, sudah ada analisis di bagian Berita Politik EnterGoal ini. Anda bisa lihat di sini dan di sini.

Admin tidak mau mengulangi yang mereka sudah bahas. Di sini admin mau membahas kira-kira apa alasan yang paling masuk akal Dewan Pers Katakan Tak Perlu Siarkan Langsung Sidang Kasus Ahok.

Sebelumnya admin harus katakan, dicatat baik-baik, bahwa admin sebenarnya bukan ahli hukum juga bukan seorang yang bergerak dibidang jurnalistik. Admin hanya orang biasa. Ini penting loh. Nanti di akhir artikel admin beri alasannya.

Pertama, mari kita lihat Undang-Undang Tentang Pers (Anda bisa unduh gratis di sini) lihat pada Pasal 15 (1-2), yang mungkin menjadi dasar dewan pers. Admin beri catatan-catatan.

  1. Dalam upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional, dibentuk Dewan Pers yang independen.

Catatan: Tujuan pembentukan dewan pers adalah untuk mengembangkan kemerdekaan dan meningkatkan kehidupan pers. Dalam kaitannya dengan siaran langsung persidangan kasus Ahok, justru seharusnya dewan pers mendukung siaran langsung, sebab tujuan mereka adalah mengembangkan kebebasan pers. Mereka seharusnya mendukung kemerdekaan pers untuk meliput dan menyiarkan. Soal peningkatan kehidupan pers tidak relevan.

  1. Dewan Pers melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut:
  • melindungi kemerdekaan pers dari campur tangan pihak lain;

catatan: Tolong digaris bawahi melindungi kebebasan pers. Apakah dewan pers tidak bertindak sebaliknyadengan mengimbau siaran tidak langsung? Yang seharusnya mereka melindungi kebebasan pers, malah memberangus kebebasan pers dengan cara licik (lembut dan halus, tapi menyakitkan). (tolong dipahami arti kata imbau dengan benar, agar mengerti kenapa admin katakanamemberangus)

  • melakukan pengkajian untuk pengembangan kehidupan pers;

Catatan: Pengembangan kehidupan pers admin tafsirkan sebagai peningkatan kualitas pers. Maka tidak masuk akal bila mereka mengimbau siaran tidak langsung. Justru kasus Ahok akan menjadi bukti kepada Indonesia bahwa pers nasional sangat berkualitas. Yah kecuali mereka mau lari dari fungsi mereka mau apa lagi.

  • menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik;

Catatan: Admin menyoroti kode etik jurnalistik yang relevan dengan persidangan ini, yaitu pasal 1-4, 8, 9, dan 11. Persidangan Ahok tidak mengandung pelanggaran kode etik jurnalistik jika menyiarkan secara langsung. Justru jika tidak menyiarkan secara langsung, hanya menyiarkan dakwaan, pers nasional melanggar kode etik jurnalistik pasal 3 dan 4, dan sekaligus UU tentang Pers pasal 5(1), 6(a-b, d, dan mungkin e).

  • memberikan pertimbangan dan mengupayakan penyelesaian pengaduan masyarakat atas kasus-kasus yang berhubungan dengan pemberitaan pers;

Catatan: Yang paling mungkin menjadi dasar waras mereka adalah bagian ini. Tetapi ini pun masih jauh dari waras. Bagian mana? Menurut admin bagian ini hanya pada kasus-kasus yang sudah terjadi karena berupa pengaduan. Meskipun kasus-kasus yang pasti akan terjadi, masih dipertanyakan masyarakat yang mana yang mengadukan. Justru mereka akan mengecewakan umat Islam, terutama yang sudah Shalat berjamaah di Monas dengan tuntutan transparansi dan independensi hukum. Ya kan???

Demikian kiranya catatan-catatan kecil untuk melihat dasar dewan pers mengimbau media agar tidak menyiarkan secara langsung persidangan kasus Ahok.

Kedua, kesimpulan admin. Tidak ada alasan mendasar dan logis dewan pers mengimbau media agar tidak menyiarkan persidangan kasus Ahok secara langsung. Kalau sudah tidak waras berarti titik titik. Justru ketika media melaksanakan imbauan dewan pers ini, mereka melanggar undang-undang sekaligus kode etik jurnalistik. Dari segi ini, maka persidangan Ahok harus disiarkan secara langsung, jika memang media ingin menyiarkan secara langsung. Jadi disiarkan secara langsung atas dasar undang-undang dan kode etik jurnalistik tanpa ada tekanan dari siapa pun termasuk dewan pers yang tidak waras itu.

Mungkin ada pertimbangan lain mengapa Dewan Pers Katakan Tak Perlu Siarkan Langsung Sidang Kasus Ahok?

Pertama, pertimbangan moral. Moralitas berbicara tentang kebenaran, singkatnya how ought we to live. Dikatakan sesuatu itu sesuai moral jika benar untukku dan benar untukmu, atau salah untukku dan salah untukmu. Jika hanya benar untukmu, tapi tidak benar untukku, itu tidak sesuai moral. Ngerti yah… Maka menyiarkan secara langsung adalah suatu tindakan memberitakan kebenaran. Kebenaran akan suatu peristiwa apa adanya, tidak ada yang disembunyikan. Sehingga hanya menyiarkan dakwaan berarti menyembunyikan fakta persidangan. Kesimpulan admin, alasan moral tidak tepat untuk mengimbau siaran tidak langsung. Justru siaran langsung adalah tindakan moral.

Kedua, pertimbangan sosial-politis. Alasan siaran secara langsung persidangan adalah untuk mengakomodasi umat Islam akan hukum yang transparan dan independen. Jadi alasan sosial tidak tepat. Bagaimana dengan alasan politis? Waduh….. Bagaimana mungkin dewan pers berpolitik? Kita harus kembali ke undang-undang dan kode etik jurnalistik, sebab keanggotaan dewan pers sesuai UU tentang Pers pasal 15 (3). Kita tidak bisa menuduh, biarkan mereka menjawab sendiri. Kita mengandaikan mereka tidak berpihak kepada siapa pun, jadi tidak ada alasan yang tepat.

Ketiga, pertimbangan finansial. Hal ini terjadi jika mereka dibayar untuk memutuskan mengimbau media. Andaikan dibayar, siapa yang bayar? Meskipun selalu ada kemungkinan, tetapi kita percaya saja mereka sebagai dewan pers yang profesional. Tetapi jika mereka tidak menarik pernyataan itu, maka pertimbangan finansial ini tidak bisa dihindarkan. Ini menjadi konsekuensi logis yang harus diterima dengan lapang dada. Semoga saja tidak demikian. Amin.

Anda sudah membaca berarti Anda mungkin sudah paham. Jika belum paham, silakan baca lagi, lagi dan lagi. Memang untuk jadi waras itu butuh perjuangan, tidak gratis pula…

Penulis bukan ahli hukum, juga bukan wartawan atau berkecimpung dibidang jurnalistik, tapi kenapa admin menulis ini. admin balik bertanya. Jika admin yang bukan ahli saja bisa berpikir seperti ini dengan logika yang masih bekerja dengan baik, kenapa mereka yang ahli dalam hal ini tidak lebih baik dari ini. Jelas yah……

Baiklah. Sekiranya begitu deh ulasan Mengapa Dewan Pers Katakan Tak Perlu Siarkan Langsung Sidang Kasus Ahok. Gimana komentar sobat? Sampein komentar sobat di kolom komentar dah. Sampai jumpa lagi pada artikel lainnya dan salam hangat untuk Indonesia-ku !!!

Baca juga: [Jakarta Akan Kembali Rusuh Jika Ahok Dibebaskan]

Sumber: Judi Online QQ2889 | Situs Judi Online QQ2889 | Poker Online QQ2889 | Judi Bola QQ2889